Senin, 17 Maret 2014

walau kutahu bukan aku !!!

Panas terik dikala cerah
Dingin menusuk dikala hujan
Langit jingga dikala senja

Awan hitam membendung dikala hujan tiba
Jumpa denganmu bagaikan harapan
Tersenyum denganmu bagaikan impian
Tertawa bahagia denganmu bagaikan berlian
Menangis dengamu bagaikan keajaiban


Kau yang tak tergantikan
Kau yang tak terhapuskan
Kau yang tak tergapai olehku
Kau yang selalu kunanti

Cuaca cerah seakan kau tersenyum
Cuaca dingin seakan kau bersedih
Langit hitam seakan kau marah
Langit senja seakan kau terabaikan
Langit menitikkan air seakan kau menangis

Ketahuilah aku mengawasimu dari jauh
Sebelum bumi kering setelah hujan
Aku berharap muncul seberkas cahaya di langit
Pertanda seakan kau tersenyum dikala merindu.
*cahayamu masih tak menyinariku 

apakah kamu masih menyimpan perasaan yang dulu ittu ???



Jangan kau tanyakan perasaan kepada orang yang memilikinya
Tetapi tanyakanlah kepada orang yang merasakannya

terlalu sering membisu
bersyair merdu
 selalu melupa
Sedangkan aku selalu merindu

terlalu lama memendam rasa
terlalu jauh mengungkapkan
kuat bersandiwara
Sedangkan aku terlalu berbuat apa adanya

Dan pada akhirnya kembali terbungkam  
Diikuti dengan tetesan mutiara berisikan harapan

*ketika aku kamu menjelma kita !! berakhir siapa

Jumat, 14 Maret 2014

:/

Samudra awan
Ribuan bintang
Bertunggal bulan dan matahari
Berkilau pelangi
Berharum melati
Tertawalah !!

*karena seseorang yang telah menyaingi keindahanmu telah hilang !!!

Rabu, 12 Maret 2014

selamat tinggal sang lentera hati


SELAMAT JALAN
Kasih,,,,
meranalah aku disini sendiri tak berkawan
hanya sepi menepi ditengah jalan
hanya sunyi menghampiri menawarkan kehampaan
kasih,,,
apa yang harus ku pilih sekarang ?…
Bila melupamu,teramat sulit bagiku
bukan sekali aku mencoba
bahkan teramat kerap aku mencoba
hingga muak rasanya berusaha
kasih,,,
kau terlalu dalam
harap tak mampu ku asingkan
apakah kau melihat ?….
Disini,disudut gelap pekat aku menanti cinta
sampai kau kembali datang membawa lentera
kasih ,,,
jika kau tak mampu menyalakan lentera itu 
aku sendiri yang akan menyalakannya 
walaupunpun yang kusinari bukan mawar yang dulu lagi 
selamat tinggal 
jagalah selallu bening mu !! 

Selasa, 11 Maret 2014

apakah mungkin

APAKAH MUNGKIN ''

Aku bicara pada malam
biar datang setelah senja
berserta keindahan
aku bicara pada bintang
agar ia mahu bersinar terang
dan hiasi malam
aku bicara pada bulan
untuk memberikan senyumnya
menghapus sepiku bersama bintang
aku bicara pada angin
biar alunannya menemani
diantara dedaunan yang menghijau
hingga melupa aku akan kegalauan
aku bicara pada mereka
dengar suara perlahan
agar kekasihku tak mendengar
bahwa aku disini masih merindukannya
karna ku tahu
dia,,,,
tak lagi punyai rasa yang sama

*mintesty

Minggu, 09 Maret 2014

apakah aku dapat menemukan mu ??


Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.
Dia tidak di Salib.
Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.
Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.
Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,
dan ke Kandahar Aku memandang.
Dia tidak di dataran tinggi
maupun dataran rendah. Dengan tegas,
aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).
Di sana cuma ada tempat tinggal
(legenda) burung Anqa.
Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.
Dia tidak ada di sana.
Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf
Dia ada di luar jangkauan Avicenna …
Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.
Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.
Dia tidak di tempat lain.




Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),
Itu semua hanyalah kulit.
Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah
rahasia yang tak terungkapkan.
Jangan kau seperti iblis,
Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.
Lihatlah di balik lumpur,
Beratus-ratus ribu taman yang indah!

Sabtu, 08 Maret 2014

rindu ibu :(

MOM we love u

Ibu ,,
Apakah kau masih ingat aku
Anak mu ini
Apakah kau masih ingat bu
Yang sering membuat mu menangis
Berkeringat
Membangunkan tidurmu hanya untuk segelas susu
Membantingkan barang hanya untuk selembar uang

Ibu ,,
Apakah aku masih pantas menjadi anak mu
Apakah dibawah kakimu masih terdapat surga itu
Ataukah kau sudah tak ingat
Karna memang aku sendiri yang membuat mu tak ingat
Oh ibu aku mengharapkan telaga maafmu

*di pondok kecil ini aku selalu mendo'akan mu dan merindukan mu